Foto : Ditome Papua

Saya memiliki seorang kawan yang memiliki kisah yang cukup menarik, begini ceritanya.

Ia mengalami suatu musibah yang (menurutnya) sangat berat untuk di jalani nya. Sang kekasihnya yang begitu di cintainya telah meninggalkannya tanpa alasan yang masuk akal. Padahal dia benar-benar sangat mencintainya.

Setiap orang memiliki kelemahan hati yang sangat unik. Kebetulan orang ini memiliki kelemahan hati dalam hal cinta.

Begitu ia ditimpa musibah seperti itu, hatinya benar-benar tidak sanggup menerimanya. Ia merasa tidak bisa berpisah dari kekasih yang sangat dicintainya itu.

Sakit sekali rasanya. Menurutnya itu suatu cobaan yang sangat besar, yang ia tidak sanggup menerimanya.

Pada suatu hari, ia merasa begitu gundah dan sedih sehingga ia memutuskan untuk pergi entah kemana mengikuti kakinya melangkah.

Tanpa di sadari nya ia tiba di suatu tempat yang begitu teduh. Disana ia duduk, merenung, berdoa dan menangis.

Entah sudah berapa orang yang lalu-lalang  di tempat itu, memperhatikan ia dan air matanya, tetapi ia sama sekali tidak peduli.

Di tengah kesedihan nya yang mendalam ia berdoa, "ya ALLAH yang suka membolak-balikkan hati, berikanlah hatiku ketetapan dan kebahagiaan."

Tiba-tiba entah dari mana, datang lah seorang pak tua yang mendaki nya. Ternyata ia ingin permisi numpang duduk di sebelah nya "permisi yaa, anak. Bapak boleh duduk disini?" katanya lembut namun terasa lemah.

Setelah mereka berdua duduk didalam diam selama beberapa waktu, tiba-tiba pak tua itu bicara," Bapak cape, anak."  kemudian mulailah ia mengisahkan perjalanannya dari Dipa ke Nabire mencari anak laki-laki nya, yang ternyata tidak membuahkan hasil.

Dia sudah hampir seminggu di Nabire tanpa teman seorang pun, tidur di hamparan, setiap hari hanya berjalan kaki, bahkan selama dua hari terakhir ini ia belum makan.

Hati sang pemuda tersebut ber degup sesaat bagai di sambar petir. Ditengah-tengah kesedihan nya yang cengeng itu, ternyata ada orang yang mengalami penderitaan yang jauh lebih berat dari yang ia alami.

Bapak cuma ingin pulang saja, anak. Tapi Bapak tidak punya ongkos. Setiap hari Bapak berdoa agar di beri pertolongan dari Allah. Bapak cape, anak......" sambil berkaca-kaca.

Sang pemuda itu tidak tega lalu memberikan sedikit uang yang ada padanya untuk pak tua itu. Di tengah tangis dan ucapan terima kasih yang keluar dari mulut pak tua, sang pemuda memberinya nasihat  yang sebenarnya cocok untuk dirinya sendiri," Allah itu tidak tidur, pak dia pasti melihat Bapak. Sabar kan hati Bapak, ini hanya ujian, tabah saja...


Jika kita perhatikan di sekitar kita, ada banyak sekali yang mengalami penderitaan jauh lebih berat dari pada yang kita alami.

Maka dari itu, tenangkan lah hatimu wahai saudaraku. Allah masih menyayangi dan melindungi mu. Jangan menganggap Allah benci dan tidak menyayangimu sehingga memberikan cobaan yang anda anggap begitu berat, cobaan itu hanya kematangan imanmu saja.


Oleh        : Ditome Papua

Post a Comment